Sun. Oct 17th, 2021

Habib Rizieq Shihab mengaku sempat mengalami sesak napas saat ditahan di Rutan Polda Metro Jaya. Pihak kepolisian pun angkat bicara terkait pernyataan yang dilontarkan oleh kuasa hukum dari Rizieq tersebut yakni Sugito Atmo Prawiro. "Menurut dia napasnya kurang itu, tapi memang menurut beliau dia ada riwayat jantung menurut pengakuan ke saya ya, ke dokter juga iya. Jadi dia ke mana bawa bawa oksigen. Jadi tabung oksigen diminta dibawa dari rumah," ujar Direktur Tahanan dan Barang Bukti (Dirtahti) Polda Metro Jaya AKBP Rahmat, ketika dihubungi, Jumat (7/1/2021).

Rahmat menjelaskan bahwa pihaknya sudah menyiapkan tabung oksigen saat Rizieq menyatakan sesak napas. Akan tetapi, Rizieq disebutnya menolak tabung oksigen tersebut. Yang bersangkutan meminta tabung oksigen untuk dibawakan keluarganya dari rumah. "Sama dokter diperiksa terus dia bilang agak sesak napas, sama dokter dilihat, dikasih oksigen, dia nggak mau. Dia mintalah oksigen dari rumah," kata dia.

Usut punya usut, Rahmat mengatakan Rizieq mengatakan memang selalu membawa tabung oksigen setiap kali bepergian. Jika merasa tidak enak badan, Rizieq akan menggunakan tabung oksigen tersebut. Mendengar hal itu, Rahmat pun tak mempermasalahkan kebiasaan dari Rizieq.

"Saya tanya juga 'gimana Bib?' (dijawab) 'nyaman Pak Rahmat'. 'Biasa saya harus standby oksigen kalau nggak enak badan saya pasang'," kata Rahmad menyampaikan percakapan kala itu dengan Rizieq. "Ya kita kan kalau orang punya kebiasaan begitu masa saya harus larang. Lalu kalau itu diputar putar (ceritanya), urusan dialah," imbuhnya. Sebelumnya diberitakan, kuasa Hukum Habib Rizieq Shihab, Sugito Atmo Prawiro, membenarkan soal kabar bahwa kliennya hampir pingsan saat berada di rumah tahanan Polda Metro Jaya.

Sugito mengatakan hal itu terjadi pada Jumat minggu lalu. "Jadi Habib Rizieq mungkin karena asam lambungnya naik, dan beliau hampir pingsan," kata Sugito saat dihubungi, Kamis (7/1/2021). Sugito mengatakan saat itu Habib Rizieq sempat berteriak minta tolong kepada para tahanan lain agar dipanggil Direktur Perawatan Tahanan dan Barang Bukti (Dirtahti) Polda Metro.

Saat itu suasana langsung kalang kabut sebab kondisi Habib Rizieq disebut sudah sangat mengkhawatirkan "Jam 10 malam baru datang Dokkes Polda, dan itu sangat terlambat. Habib itu kalau sudah sesak napas di sampingnya memang harus ada oksigen. Kalau tidak ya bisa fatal," kata Sugito. Namun, ternyata saat itu tak ada oksigen. Bahkan, Sugito mengatakan keluarga harus rela datang dari Petamburan ke Polda Metro untuk mengantarkan oksigen.

"Ini saya ingin mengajukan pembantaran agar Habib Rizieq bisa dirawat, tetapi di RSCM. Dokkesnya sudah setuju karena keadaannya memang darurat, tapi bagian Dirtahtinya khawatir," kata Sugito. Saat ini, Sugito mengatakan kondisi Habib Rizieq sudah mulai membaik. Di dalam tahanan Habib Rizieq, selalu tersedia oksigen. "Kalau misalnya asam lambung kambuh, beliau memang harus ada oksigen. Enggak bisa jauh," pungkasnya.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *