Sun. Oct 17th, 2021

Dedik Purnomo (27) nekat berenang di laut bermodal dua galon air untuk pulang ke kampung halamannya di Kabupaten Malang, Jawa Timur. Ia ditemukan warga sedang mencoba mengarungi lautan di Balikpapan, Kalimantan Timur. Pria berperawakan kurus tersebut didapati sedang menyeberang ke sebuah tempat yang disebut warga Balikpapan, Pulau Tukung, Rabu (16/12/2020) siang.

Awalnya warga mengira Dedik hanya akan memancing di Pulau Tukung. Pulau Tukung memang biasa dijadikan tempat memancing bagi warga Balikpapan. Tak ada yang mengira, Dedik punya rencana lain.

Hingga akhirnya, aksi Dedik di tengah laut membuat warga di sekitar lokasi kaget. Bermodal dua galon yang ia rakit, Dedik nekat berenang di laut lepas Tujuannya bukan buat sekadar berenang, ia ingin pulang ke kampung halaman di Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Dedik mengaku tak punya uang untuk membeli tiket transportasi ke kampung halamannya di Putuk Rejo Desa Kemantren, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Ulah Dedik ini diketahui warga, saat seorang motoris memergokinya. Ia ditemukan motoris kapal speedboat di kawasan perairan Pelabuhan Semayang Balikpapan sedang terapung apung sekitar pukul 15.30 WITA, Rabu (16/12/2020).

Awalnya seorang motoris speedboat bernama Aco melihat seseorang sedang menyebrang ke sebuah bebatuan besar yang sering disebut pulau Tukung, sekitar pukul 12.00 Wita. Namun, ia tidak berpikir jika pemuda tersebut rupanya nekat hendak berenang ke pulau Jawa. "Ku kira itu siang tadi cuma mau mancing dia. Kan memang sering orang mancing di situ. Jadi enggak curiga aja sama dia," ujarnya.

Bahkan Aco dan rekan rekan motoris lainnya sempat melihat Dedik Purnomo duduk sambil sesekali berenang menggunakan dua buah galon kosong. Namun, lagi lagi mereka tidak menaruh kecurigaan apapun. "Sekalinya dia itu berenang ke arah tengah. Kita teriakin dia. Enggak dengar. Nah, mungkin karena cape terbawa arus ke pinggir akhirnya," jelasnya.

Mendapati Dedik yang tak berdaya di laut dan sempat diduga meninggal lantaran tubuh kurusnya terapung dan terbawa arus hingga ke pinggir pelabuhan Jetty Checron, maka para motoris langsung melaporkannya ke Polsek KP3 Semayang untuk memberi pertolongan. "Ada temen yang lapor ke Polsek sana, kita di sini narik dia," tambah Aco. Beruntung Dedik berhasil diselamatkan oleh motoris dan warga yang berada di kawasan Pelabuhan Semayang Balikpapan.

Dedik pun langsung dibawa ke Polsek Pelabuhan Semayang Balikpapan untuk dimintai keterangan. Sesampainya di Makopolsek Pelabuhan Semayang, Dedik sempat bercerita jika ide untuk berenang ke pulau Jawa, tepatnya Kota Malang, Jawa Timur adalah sepintasnya saja. "Enggak punya uang aku pak, ya sudah mau coba berenang aja aku. Wallahualam aja kalau selamat sampai sana," ujarnya sambil menahan dingin.

Dedik mengaku jika selama di Balikpapan dirinya tinggal bersama keluarganya di kawasan Rengganis, Balikpapan Selatan. Ia juga mengaku jika selama di Balikpapan tidak memiliki pekerjaan tetap. "Enggak ada kerjaan pak, makanya enggak punya uang mau pulang aku," tambahnya.

Sementara itu, Kapolsek Pelabuhan Semayang Balikpapan, AKP Retno Ariani mengatakan jika saat ini korban masih mengalami trauma. Sehingga keterangan yang dihimpun petugas tidak bisa akurat. "Kondisinya masih labil, jadi masih belum jelas dimintai keterangan dia. Jadi kita istirahatkan dulu sambil menunggu keluarganya datang ke sini," ujarnya.

AKP Retno Ariani menjelaskan, dari keterangan awal yang didapat jika korban rupanya berselisih dengan saudaranya. Sehingga, ia nekat untuk mengakhiri nyawanya atau berenang ke Kota Malang. "Tadi sih sempat dia bilang ada ribut sama Kakaknya. Jadi dia itu antara nekat mau bunuh diri atau nekat ke Malang dengan berenang sama galon kosong," jelasnya.

Kini Dedik pun akan dikembalikan ke pihak keluarganya. Selanjutnya Polsek Pelabuhan Semayang Balikpapan akan mencoba memberi mediasi korban dengan saudaranya jika terdapat perselisihan di dalam keluarga.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *