Ini Kata Trump Amy Coney Barret Sah jadi Hakim Agung AS

Senat Amerika Serikat (AS) mengonfirmasi Hakim Amy Coney Barrett sebagai Hakim Agung AS, tepat sepekan sebelum Pemilu AS 2020. Presiden Donald Trump, yang baru saja kembali dari jadwal kamapnyenya di Pennsylvania memimpin upacara pelantikan Hakim Barrett pada Senin malam (26/10/2020). Trump menambahkan, Barrett merupakan satu di antara sarjana hukum paling brilian di AS.

"Dia akan membuat keadilan di pengadilan tertinggi di tanah kita," ucap Trump. Sementara itu, sumpah jabatan Barrett dipimpin oleh Hakim Agung Clarence Thomas. Hakim Clarence Thomas memberikan Sumpah Konstitusi kepada Barrett di hadapan sekitar 200 orang yang hadir.

Setelah dilantik, Barrett mengatakan "Seorang Hakim menyatakan kemerdekaan tidak hanya dari Kongres dan Presiden, tetapi juga keyakinan pribadi yang mungkin bisa menggerakkan dia". Barrett terpilih dengan komposisi Partai Republik mayoritas 53 dan Demokrat 47 di Senat. Satu senator dari Partai Republik, yakni senator Susan Collins dari Maine membelot untuk menentang pencalonan Barret.

Seperti Demokat, Susan Collins menilai pencalonan Barret terlalu dekat dengan pemilu 2020. Perempuan berusia 48 tahun itu akan menjadi hakim ketiga yang ditunjuk oleh presiden dari Partai Republik dalam masa jabatan ini, setelah Neil Gorsuch pada 2017 dan Brett Kavanaugh pada 2018. Sembilan Hakim Mahkamah Agung menjabat untuk seumur hidup, dan keputusan mereka dapat membentuk kebijakan publik tentang segala hal.

Kebijakan itu dapat dimulai dari aturan soal senjata, hak suara, hingga aborsi dan dana kampanye, jauh setelah presiden yang menunjuk mereka berhenti menjabat. Amy Coney Barrett dikenal disukai kaum konservatif sosial. Ini karena Barrett memiliki catatan tentang isu isu seperti aborsi dan pernikahan sesama jenis.

Barrett merupakan seorang Katolik taat yang tinggal di Indiana. Lebih lanjut, Barrett memiliki tujuh anak, termasuk dua yang diadopsi dari Haiti. Tulisan Barrett tentang aborsi di masa lalu memicu peringatan liberal bahwa keputusan Mahkamah Agung tahun 1973 yang melegalkan aborsi secara nasional dapat dibatalkan.

Leave a Reply