Kesaksian Salah Satu Warga Pasca-Banjir & Tanah Longsor Terjang Manado

Banjir dan tanah longsor baru saja terjadi di Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara. Peristiwa ini berlangsung pada Jumat (22/1/2021), sekitar pukul 12.00 waktu setempat atau 11.00 WIB. Berbagai video peristiwa terjadinya banjir dan tanah longsor pun beredar di media sosial.

Dari berbagai video yang telah beredar yang dibagikan oleh warganet terlihat sebuah minimarket dan kampus terendam banjir. Tidak terkecuali rumah rumah warga yang terlihat dari beberapa video yang dibagikan oleh warganet, banjirnya mencapai lutut orang dewasa. Ia turut membagikan kondisi disekitar rumahnya yang sudah terendam banjir melalui akun TikToknya pada Jumat (22/1/2021).

Saat di tanya apakah rumahnya juga turut terendam banjir, ia menyangkalnya. Pemilik nama lengkap Debora Emanuela Opit menjelaskan, meskipun rumahnya berada di pinggir sungai, namun rumahnya tidak terendam banjir. Namun ia menambahkan, sebagian rumah yang berada di sekitar rumahnya turut terendam banjir.

Ia pun juga menceritakan, bahwa di sekitar rumahnya terdapat rumah yang terkena tanah longsor. Akibat dari perisitiwa tersebut, salah satu orang meninggal dunia. "Iya meninggal karena tertimbun tanah," ungkapnya.

Menurut keterangan Debora, hujan deras mengguyur wilayah rumahnya dari siang hingga sore hari, hingga akhirnya mengakibatkan banjir. "Hujannya cuma dari siang aja trus sore nya sudah banjir," terangnya. Namun saat ini, perempuan berusia 22 tahun tersebut mengatakan bahwa banjir disekitar rumahnya sudah mulai surut.

Akibat dari peristiwa banjir dan tanah longsor tersebut, pemilik akun Instagram @deboraopit menjelaskan bahwa, kawasan di sekitar rumahnya mengalami pemadaman listrik. "Tadi malam listrik padam, tapi Puji Tuhan padamnya cuma beberapa jam saja," jelasnya. Dikutip dari , Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Manado mencatat hujan dengan intensitas tinggi memicu debit air di daerah aliran sungai (DAS) Sawangan dan Tondano meluap.

Berdasarkan data BPBD setempat pada pukul 21.00 WIB, delapan kecamatan di Kota Manado terdampak banjir. Kedelapan kecamatan terdampak yaitu Kecamatan Malalayang, Wanea, Sario, Paal Dua, Pikkala, Wenang, Tuminting dan Singkil. BPBD belum mengetahui kerugian material yang diakibatkan dari peristiwa tersebut, namun BPBD masih memantau rumah warga yang terendam banjir dan beberapa titik longsor.

Tinggi genangan banjir sekitar 50 hingga 400 cm. BPBD masih melakukan kaji cepat di lapangan. Merespon bencana ini, BPBD Kota Manado bersama unsur terkait lain, seperti TNI, Polri, Basarnas, sukarelawan melakukan evakuasi warga dan pendataan.

Saat melakukan evakuasi di lapangan, petugas membutuhkan perahu karet dan alat transportasi untuk mengevakuasi warga. Tim evakuasi banyak yang terjebak macet akibat genangan air di banyak ruas jalan. BNPB memantau kondisi terkini dan melakukan koordinasi dengan pihak BPBD setempat.

Leave a Reply