Masih Tebak-tebak Buah Nangka Alias Spekulasi Soal Nama-nama Calon Kapolri yang Beredar Mahfud MD

Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD mengatakan nama nama calon Kapolri yang saat ini beredar masih spekulasi. Hal tersebut dikatakannya melalui cuitan twitternya, @mohmahfudmd. Pihaknya mengatakan Presiden Joko Widodo (Widodo) belum mengajukan nama nama calon Kapolri tersebut ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI.

Hal tersebut lantaran butuh pertimbangan yang kuat, mencari sosok tepat pengganti Kapolri Jenderal Idham Aziz. "Nama calon Kapolri yg beredar di media skrng msh tebak2 buah nangka alias spekulasi. Smpai saat ini Presiden blm mengirim nama calon Kapolri ke DPR. Blm ada yg tahu siapa calon Kapolri kita sebab Presiden msh trs mempertimbangkan scr seksama siapa yg paling tepat utk jabatan tsb." Sebelumnya, Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD sempat mengumumkan lima nama calon Kapolri pengganti Jenderal Idham Azis.

Pengumuman tersebut seperti yang ia unggah di Twitter pribadinya, @mohmahfudmd "Ini 5 nama Komjen Pol. yg diajukan kpd Presiden oleh Kompolnas utk dipilih sbg calon Kapolri: 1) Gatot Edy Pramono; 2) Boy Rafly Amar; 3) Listyo Sigit Prabowo; 4) Arief Sulistyanto; 5) Agus Andrianto." Menurut Mahfud MD, kelima orang tersebut layak lantaran memenuhi syarat profesionalitas, loyalitas, dan jam terbang.

Lantas siapakah sosok kelima calon Kapolri pengganti Idham Aziz tersebut? Polisi dengan pangkat Jenderal Bintang Tiga ini dinilai cocok untuk menggantikan Kapolri Idham Aziz. Lulusan Akpol tahun 1988 ini memiliki banyak pengalaman di bidang reserse.

Dikutip dari , Gatot Eddy Pramono pernah menjabat sebagai Kapolres Blitar, Sekretaris Pribadi Kapolri, dan Kapolres Metro Depok pada tahun 2008. Selanjutnya, ia pernah menjabat Kapolres Metro Jaksel (2009), Direktur Reskrimum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya (2011), Analis Kebijakan Madya bidang Pidum Bareskrim Polri (2012), Kabagdukminops Robinops Sops Polri (2013). Ia juga pernah menduduki posisi Karolemtala Srena Polri (2014), Wakapolda Sulsel (2016), Staf Ahli Sosial Ekonomi (Sahlisosek) Kapolri (2017) dan yang terakhir Gatot menjabat sebagai Asisten Perencanaan dan Anggaran (Asrena) Kapolri.

Tahun 2018, Gatot juga dipercaya menjadi Ketua Satgas Nusantara. Satgas ini dibentuk agar Pilkada Serentak 2018 bisa berjalan aman. Gatot dirotasi menjadi Kapolda Metro Jaya berdasarkan Surat Telegram Nomor ST/188/IKEP/2019 tertanggal 22 Januari 2019.

Dan saat ini, Gatot Eddy Pramono menjabat sebagai Wakapolri dan Wakil Ketua Pelaksana II Komite Penanganan COVID 19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC PEN). Boy Rafli Amar memiliki gelar Datuak Rangkayo Basa, lantaran pada 29 November 2013 diangkat sebagai kepala kaum suku Koto, nagari Koto Gadang, Agam. Jenderal bintang tiga tersebut dinilai layak menggantikan Kapolri Idham Aziz lantaran segudang pengalamannya.

Satu di antaranya, Boy Rafli pernah mengangani kasus bom bali saat dirinya bergabung dengan Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror. Kini dirinya menjabat sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Cucu dari sastrawan Indonesia, Aman Datuj Madjoindo tersebut, diketahui menempuh pendidikan di AKABRI bagian Kepolisian (AKABRI Kepolisian) dan lulus pada tahun 1988 dengan pangkat Letnan Dua Polisi (Letda Polisi).

Sementara itu diberitakan dari sebelumnya, sebelum menjabat Kepala BNPT, Boy menduduki jabatan Wakil Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri (Wakalemdiklat). Jabatan itu ia emban sejak 2018. Boy Rafli Amar juga sempat menjabat Kapolda Papua pada 2017.

Jabatan Kapolda juga diemban Boy di wilayah Banten pada Desember 2014 hingga April 2016. Sesuai dengan bidang keilmuan yang ia miliki, sejumlah jabatan di sektor komunikasi diemban Boy. Boy menjabat sebagai Kabid Humas Polda Metro Jaya pada 2009.

Setelah itu, Boy menjadi Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Divisi Humas Polri. Boy kemudian juga mengemban jabatan Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri. Kepala Badan Reserse Kriminal Polri (Kabareskrim) ini juga dinilai layak menggantikan Kapolri Idham Aziz.

Listyo Sigit merupakan lulusan Akpol pada tahun 1991. Ia menjabat Kepala Pusat Komando Pengendalian Operasi (Kapuskodalops) di Polres Tangerang, pada 1998. Lantas dikutip dari , pada tahun 2001, Listyo Sigit menjabat sebagai Kapolsek Metro Duren Sawit.

Di tahun 2009, Listyo Sigit Prabowo kemudian dipercaya menjadi Kepala Kepolisian Resor Pati dan satu tahun kemudian menjadi Kepala Kepolisian Resor Kota Surakarta. Pada saat dirinya menjabat sebagai Kepala Kepolisian Resor Kota Surakarta, saat itu pula Presiden Joko Widodo masih menjabat sebagai Wali Kota Solo. Lantas karena dinilai memiliki kedekatan, saat menjadi presiden, Jokowi pun mengangkat Lityo Sigit sebagai ajudan presiden tahun 2014.

Dan pada tahun 2016, Listyo yang kala itu sudah berpangkat Brigadir Jenderal diangkat menjadi Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Banten. Lantas pada 2018 dipromosikan menjadi menjadi Kadiv Propam Polri, dan pada tahun 2019 Kapolri Jenderal Idham Azis akhirnya menunjuk Irjen Listyo Sigit Prabowo sebagai Kepala Badan Reserse Kriminal Polri (Kabareskrim). Komjen Pol Arief Sulistyanto merupakan Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri (Lembaga Diklat Polri).

Pria kelahiran Nganjuk 24 Maret 1965 tersebut merupakan lulusan Akpol pada 1987. Dan sebelum menjadi Kepala Lembaga Diklat Polri, berikut daftar rekam jejaknya: Pamapta Polresta Surabaya Selatan Polda Jatim (1987)

Kanit Serse Polresta Surabaya Selatan Polda Jatim (1988) Wakasat Serse Polresta Surabaya Selatan Polda Jatim (1989) Kasat Serse Polres Malang Polda Jatim (1990)

Kasat Serse Polres Sidoarjo Polda Jatim (1991) Kasat Serse Polres Pasuruan Polda Jatim (1993) Kaur Binops Puskodal Ops Polres Jakbar Polda Metro Jaya (1995)

Kapolsek Bekasi Kota Polres Bekasi Polda Metro Jaya (1996) Kapolsek Metro Pasar Minggu Res Jaksel Polda Metro Jaya (1998) Kasubbag Mufi Bag Listik Lab Listik PPITK PTIK (1998)

Sespri Kapolri (1999) Spri Wakapolri (2000) Pabanda Strajemen Padya Renum Paban I/Ren Spers Polri (2001)

Kapokdik Piddanapem Dit Pidkor Korserse Polri (2002) Kapolres Indragiri Hilir Polda Riau (2003) Kapolres Tanjung Pinang Polda Riau (2005)

Kasubbag Prodsus Bag Produk Roanalisis Bareskrim Polri (2006) Kanit II Dit II/Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri (2007) Pamen Spripim Polri (2008)

Koorspripim Polri (2009) Dir II/Ekonomi Dan Khusus Bareskrim Polri (2010) Dirtipideksus Bareskrim Polri (2010)

Kapolda Kalbar (2014) Sahlijemen Kapolri (2016) Asisten SDM Kapolri (2017)

Kabareskrim Polri (2018) Kalemdiklat Polri (2019) Komjen Pol Agus Andrianto kini menjabat sebagai Kepala Badan Pemelihara Keamanan Polri.

Pria kelahiran Blora, Jawa Tengah pada 16 Februari 1967 tersebut merupakan lulusan Akpol tahun 1989. Komjen Pol Agus Andrianto juga memiliki rekam jejak menangani penistaan agama yang melibatkan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Saat itu dirinya berpangkat Brigjen Polisi dan menjabat sebagai Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri pada 2016.

Dikutip dari berikut Riwayat Jabatan Komjen Agus Andrianto: Pamapta Polres Dairi (1990) Kapolsek Sumbul (1992)

Kapolsek Parapat (1993) Kapolsek Percut Seituan (1995) Mahasiswa PTIK (1995)

Kapuskodalops Polres Lampung Selatan (1997) Kasat Serse Poltabes Medan (1999) Kasubag Binops Bag Serse Ek Polda Jatim (2001)

Kasubag Binops Bag Serse Um Polda Jatim (2001) Wakapolres KP3 Tanjungperak (2003) Pamen Polda Jatim (2005)

Kasat I/Dit Reskrimsus Polda Metro Jaya (2006) Kapolres Tangerang (2007) Kapolres Metro Tangerang (2008)

Dir Reskrim Polda Sumut (2009) Kabagresmob Robinops Bareskrim Polri (2011) Analis Kebijakan Madya bidang Pidkor Bareskrim Polri (Dlm Rangka Dik Sespimti)

Kabagbinlatops Robinops Sops Polri (2013) Dir Psikotropika dan Prekursor Deputi Bid Pemberantasan BNN (2015) Dirtipidum Bareskrim Polri (2016)

Wakapolda Sumut (2017) Kapolda Sumut (2018)

Leave a Reply